Kolegium PMIK Perkuat Kompetensi Pengkodean Kasus Jantung dan Stroke di Kota Gunungsitoli

Kolegium PMIK Perkuat Kompetensi Pengkodean Kasus Jantung dan Stroke di Kota Gunungsitoli

  • 12 Juli 2026
  • Berita
  • 104

Gunungsitoli, 11 Juli 2026 – Kolegium Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) sukses menyelenggarakan Workshop Penguatan Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) dalam Pengkodingan Kasus Jantung dan Stroke yang bertempat di Aula RSUD dr. M. Thomsen Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kolegium PMIK dalam meningkatkan kompetensi tenaga PMIK di bidang klasifikasi dan kodefikasi penyakit, khususnya pada kasus kardiovaskular dan stroke yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi dalam pelayanan kesehatan dan proses klaim.

Workshop diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Nias, serta beberapa rumah sakit rujukan nasional dan daerah. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi registrasi hingga penutupan, yang diisi dengan diskusi interaktif, tanya jawab, dan praktik pengkodean berbasis studi kasus nyata.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pengkodean diagnosis dan tindakan merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan data kesehatan yang akurat, mendukung tata kelola rekam medis elektronik, serta meningkatkan kualitas proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, kompetensi PMIK harus terus diperkuat agar mampu mengikuti perkembangan regulasi dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Materi workshop disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman di bidang klasifikasi penyakit dan kodefikasi, yaitu:

  • Giyanto, A.Md.P.K., S.Kom., S.K.M., M.K.M., yang membawakan materi Review Klinis dan Validasi Dokumen Pendukung Kasus Jantung dan Stroke.
  • Erix Gunawan, S.ST., S.Tr.Kom.RM., M.M, yang menyampaikan materi Kodifikasi ICD-10 dan ICD-9-CM Kasus Jantung, Kodifikasi ICD-10 Kasus Stroke dan Sekuelanya, serta memandu praktik pengkodean kasus jantung dan stroke menggunakan contoh kasus klinis.

Melalui kombinasi penyampaian teori dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai interpretasi dokumentasi klinis, penentuan diagnosis utama dan penyerta, pemilihan kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang tepat, serta penerapan kaidah pengkodean sesuai standar nasional dan internasional.

Workshop ini juga menjadi wadah bagi para Perekam Medis dan Informasi Kesehatan untuk saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan implementasi pengkodean di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya komitmen peserta untuk meningkatkan kualitas data kesehatan dan mendukung pelayanan yang lebih efektif, efisien, serta akuntabel.

Kolegium PMIK berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Dengan peningkatan kapasitas SDM yang berkesinambungan, diharapkan kualitas data kesehatan nasional, implementasi Rekam Medis Elektronik, dan ketepatan proses klaim pelayanan kesehatan dapat terus meningkat demi mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia.

facebook twitter email whatapps