Kolegium PMIK Laksanakan Pelatihan SIM-GOS V2 untuk Mendukung Standarisasi Uji Kompetensi OSCE
Kolegium Perekam Medis dan Informasi Kesehatan melaksanakan kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Manajemen Generic Open Source (SIM-GOS) V2 sebagai langkah strategis dalam mendukung standarisasi pelaksanaan Uji Kompetensi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Kegiatan yang dilaksanakan secara blended learning pada tanggal 21–24 Mei 2026 ini berlangsung di Harper Malioboro Yogyakarta dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, praktisi IT, serta perwakilan institusi pendidikan RMIK dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pelatihan SIM-GOS V2 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan sistem informasi manajemen rumah sakit sebagai media pembelajaran praktik laboratorium dan instrumen pendukung pelaksanaan ujian OSCE berbasis digital. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali materi terkait implementasi SIMRS, simulasi pelayanan rumah sakit, serta praktik penggunaan fitur-fitur SIM-GOS V2 yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa secara terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Kolegium PMIK mendorong terciptanya standarisasi pelaksanaan ujian OSCE yang lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan perkembangan transformasi digital di sektor kesehatan. Penggunaan SIM-GOS V2 diharapkan mampu meningkatkan kualitas evaluasi kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan RMIK dalam menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi teknis, pelatihan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar institusi pendidikan dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi informasi kesehatan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya komitmen perguruan tinggi dalam mendukung modernisasi pendidikan RMIK di Indonesia.
Kolegium Perekam Medis dan Informasi Kesehatan berharap pelatihan SIM-GOS V2 dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem pembelajaran dan pelaksanaan ujian kompetensi yang lebih terstandar, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelayanan kesehatan digital masa depan.